Gejala dan Penanganan Bardikardia


 

Ada banyak organ vital yang dimiliki manusia.Seperti paru-paru, otak, ginjal, hati dan yang paling penting ialah jantung. Selama hidup, jantung manusia akan terus berdetak. Jika tidak, maka ia meninggal dunia. Tugas dari jantung adalah memompa darah dari dan untuk seluruh tubuh.Detak jantung manusia bisa meningkat dan menurun yang mana penurunan detak disebut dengan bradikardia.Kondisi ini merupakan masa dimana detak jantung di tubuh manusia menurun atau lebih lama dari detak normal pada umumnya.

Bardikardia adalah saat dimana jantung berdetak sebanyak kurang dari 60 kali permenit.Padahal, detak normal adalah 60 hingga 100 kali permenit. Detak jantung yang menurun ini tentu memiliki penyebab dan cara perawatan atau pengobatan yang bisa dilakukan.

Adanya bradikardia menjadi tanda bahwa tubuh manusia mengalami gangguan sirkulasi jantung atau dideteksi ada penyakit tertentu.Dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik terkait dengan adanya keluhan tersebut.Tidak hanya pemeriksaan fsik saja tetapi ada juga pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan untuk mendeteksi adanya gangguan organ yang bisa memicu bradikardia.

READ  Mengenal Bronkiolitis Dan Ciri-Cirinya

Gejala Brikardia

Dalam dunia medis, bradikardia adalah kondisi yang terjadi karena otot jantung yang tidak kuat untuk memompa darah. Hal ini membuat aliran oksigen ke organ vital seperti otak atau organ lainnya tidaklah mencukupi. Beberapa gejala dari brikardia seperti: kepala pusing, badan lemas, linglung atau sulit untuk berkonsentrasi, nyeri dada, aritmia atau gangguan irama jantung yang bisa dideteksi dengan EKG serta pasien mengalami gangguan penglihatan.Jika sudah terjadi gejala seperti yang disebutkan sebelumnya, anda bisa segera memeriksakan diri.

Bagi beberapa orang, penyebab dan faktor risiko terjadinya brikardia bisa terjadi seperti:

  1. Terjadi gangguan organ jantung. Penyebab ini merupakan penyebab utama dari bradikardi atau takikardi yakni detak jantung yang lebih cepat dari normal. Kelainan ini hanya bisa dilihat menggunakan alat bantu EKG.
  2. Keterlibatan infeksi. Penyebab berikutnya adalah keterlibatan infeksi yang bisa mempengaruhi perubahan sistem kardiovaskuler di dalam tubuh dan bisa memicu adanya bradikardi.Biasanya kondisi yang seringkali muncul adalah infeksi otot jantung dan juga ruang jantung.
  3. Gangguan penyerapan zat besi. Apabila terjadi gangguan penyerapan zat besi, maka bradikardia bisa muncul.Biasanya disebut juga dengan kondisi hemochromatosis yang berdampak dengan tibulnyabradikardi.
  4. Perubahan kondisi dan fungsi jantung. Terjadi perubahan kondisi serta fungsi jantung biasanya akibat daari penuaan yang menimbulkan rentannyabradikardia.Selain itu, mereka yang mengalami gangguan jantung sejak lahir juga bisa berkemungkinan mengalami bradikardia di suatu hari nanti.
  5. Riwayat kondisi stroke, tekanan darah rendah, sleep apnea hingga pendarahan otak juga merupakan penyebab dari bradikardia.
READ  Yuk kenali ciri penuaan dini

Bardikardia adalah kondisi detak jantung yang melambat atau menurun dari detak normal.Yang mana kondisi ini bisa disertai dengan badan yang lemas dan mata yang berkunang-kunang. Pengobatan yang bisa anda lakukan untuk mengatasi kondisi ini haruslah sesuai dengan saran dokter. Pengobatannya akan disesuaikan dengan penyebabnya.

Jika detak jantung melambat karena kondisi tertentu seperti hipotiroidisme maka dokter akan memberi terapi yang pas untuk kondisi tersebut. tetapijika disebabkan karena penggunaan obat-obatan maka dokter akan menyarankan untuk menghentikan pengobatan tersebut. Bisa juga dengan cara mengganti jenis obat ataupun menurunkan dosis obat.

Apabila tidak menunjukkan hasil yang bagus, dokter jantung akan menyarankan penggunaan alat pacu jantung. Fungsinya sebagai pengirim sinyal listrik ke jantung sehingga detaknya bisa lebih cepat. Bardikardia adalah kondisi yang cukup membahayakan jika tak dilakukan penanganan dengan baik. Tak perlu takut untuk berkonsultasi dengan dokter karena semakin cepat dideteksi maka semakin cepat penanganan yang diberikan.

READ  Mengenal Apa Itu Burtitis Dan Beberapa Penyebabnya

 

Sumber:

www.honestdocs.id

www.alodokter.com

www.liputan6.com